Masalah Penipuan Catut Nama Stafsus Wakil Presiden, Polri: Tersangkanya Di Luar Negeri

Masalah Penipuan Catut Nama Stafsus Wakil Presiden, Polri: Tersangkanya Di Luar Negeri

Berita

Bareskrim Polri belum meredam terduga dalam masalah sangkaan penipuan yang menyeret nama Staf Spesial Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Lukmanul Hakim. Terduga yang berinisial MAN disebutkan ada di luar negeri. “Penahanan terduga belum dikerjakan sebab yang berkaitan didapati keberadaannya di luar negeri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, pada matabiru.org di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/12/2019).

Berdasar info, terduga sekarang ada di Selandia Baru. Argo menerangkan Bareskrim Polri sudah bekerjasama dengan Divisi Jalinan Internasional (Divhubinter) Polri untuk lakukan pemanggilan pada MAN. Telah pengaturan dengan Divhubinter untuk pemanggilan terduga itu,” sebut Argo. Awalnya, polisi menerangkan sudah lakukan gelar masalah atas masalah sangkaan penipuan yang satu diantara terlapornya ialah Lukmanul Hakim. Hasilnya, penyidik menyangka nama Lukmanul dicatut oleh aktor penipuan.

“Hasil dari gelar masalah di Bareskrim, nama yang berkaitan disangka dicatut,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, pada matabiru.org, Kamis (28/11). Penipuan yang tujuan berkaitan dengan penerbitan sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Korban pelapor dalam masalah ini ialah masyarakat negara Jerman yang disebut Direktur Halal Control Gmbh, Mahmoud Tatari.

Baca juga : Mengharap Nasib Ujian Nasional Dari Mas Makarim Menteri Nadiem

Halal Control Gmbh sendiri adalah instansi yang berperan untuk memberikan cap halal pada beberapa produk bikinan Jerman. Halal Control Gmbh minta penerbitan sertifikasi halal ke MUI untuk kebutuhan export produk Jerman yang Indonesia. Lukmanul sendiri dengan status jadi saksi. Faksi Lukmanul juga memberikan keterangan masalah masalah ini.

“Hasil dari gelar, selanjutnya Tubuh Reserse Kriminil Polri lewat Direktorat Tindak Pidana Biasa keluarkan Surat Nomor B/932/IX/2019/DITTIPIDUM tentang Pemberitahuan Perubahan Penyelidikan tanggal 12 September 2019. Yang pada dasarnya mengatakan jika terlapor Lukmanul Hakim tidak bisa jadikan jadi terduga poker88 karena berdasar fakta-fakta hasil penyelidikan tidak diketemukan bukti yang cukup, pada yang berkaitan diputuskan jadi saksi dalam masalah disebut,” kata kuasa hukum Lukmanul Hakim, Ikhsan Abdullah.

Leave a Reply