China: AS Kembali Pada Mentalitas Perang Dingin, Beresiko Perang Nuklir

China: AS Kembali Pada Mentalitas Perang Dingin, Beresiko Perang Nuklir

Berita

Pemerintah China mempersalahkan serentetan tingkah laku Amerika Serikat (AS) yang dipandang kembali pada mentalitas Perang Dingin. Menurut Beijing, tingkah laku Washington mengurangi kestabilan global yang ke arah pada perlombaan senjata serta beresiko jadi perang nuklir. Masukan keras Beijing pada Washington dikatakan oleh Direktur Jenderal Departemen Pengaturan Senjata Kementerian Luar Negeri China Fu Cong dalam pidato pembukaan Seminar PIIC Beijing ke-16 mengenai Keamanan Internasional yang diadakan di Shenzhen, Kamis(17/10/2019).

Seminar diadakan oleh Asosiasi serta Perlucutan Senjata China (CACDA), Program Pengetahuan Pengetahuan serta Studi Keamanan bandar togel deposit pulsa Nasional (PSNSS), serta Prakarsa Intimidasi Nuklir (NTI). Beberapa pakar serta ahli dari China, AS, Rusia, AS, Jerman, Italia, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, serta negara lain berperan serta dalam seminar ini. Beijing, kata Fu Cong, mengatakan seluruh pihak untuk jaga kestabilan strategis global serta kurangi efek perselisihan nuklir. Menurut dia, kondisi keamanan strategis global sudah lebih buruk dengan menegangkan sepanjang beberapa waktu paling akhir. Unilateralisme serta hegemonisme bertambah dalam jalinan internasional, yang memunculkan intimidasi besar pada tatanan internasional berdasar hukum internasional.

“Kembali pada mentalitas Perang Dingin, AS sudah menarik diri dari atau mengundurkan diri dari beberapa kesepakatan pengaturan senjata multilateral, dengan arah cari superioritas militer yang unilateral serta mengagumkan,” kata Fu Cong, yang diambil matabiru.org, dari situs sah Kementerian Luar Negeri China, Kamis (17/10/2019). Menurut dia, rasa sama-sama yakin serta kerja sama di antara kekuatan-kekuatan besar sudah benar-benar terkikis. “Kestabilan strategis global sedang dirusak dengan serius, norma-norma internasional serta rezim multilateral ada dibawah desakan yang kronis, serta defisit tata atur keamanan global jadi lebih mencolok,” tuturnya.

Baca juga : 3 Istri TNI Terancam di Bui Karena Bandingkan Wiranto Dengan Separatis

Fu Cong mengutamakan jika berlanjutnya erosi kestabilan strategis global yang tidak terelakkan akan ke arah pada kambuhnya perlombaan senjata nuklir. “Serta efek perselisihan nuklir akan bertambah,” tuturnya. “Semua negara yang mempunyai senjata nuklir harus ambil aksi untuk kurangi peranan senjata nuklir dalam doktrin keamanan nasional mereka. Beberapa negara yang mempunyai senjata nuklir harus memberi agunan keamanan tanpa ada ketentuan serta tidak ambigu pada beberapa negara yang tidak mempunyai senjata nuklir,” tuturnya.

Ia menekan tiap negara untuk meredam diri dalam membuat serta memakai potensi strategis. “Perlucutan nuklir harus dikerjakan secara logis serta pragmatis. Beberapa negara yang mempunyai senjata nuklir harus tingkatkan diskusi mengenai doktrin serta taktik nuklir,” tambah ia. Permasalahan non-proliferasi nuklir, sambung ia, harus dituntaskan dengan cara politik serta diplomatik. Rintangan yang dibuat oleh tehnologi yang ada harus diatasi secara benar. Selanjutnya, Fu Cong mengemukakan penyesalan China yang dalam atas penarikan diri AS dari Kesepakatan INF. Menurut pandangan China, penarikan diri AS akan mempunyai efek negatif langsung pada kestabilan strategis global, pada perdamaian serta keamanan di lokasi Eropa serta Asia-Pasifik, dan rezim kendali senjata internasional.

“Bukti jika AS sudah lakukan eksperimen rudal jelajah jarak menengah berbasiskan darat kurang dari tiga minggu sesudah penarikannya dari kesepakatan itu tunjukkan jika penarikannya ditujukan untuk melepaskan tangannya dalam meningkatkan persenjataan hebat buat cari keuntungan militer sepihak. China dengan tegas melawan penebaran misil jarak menengah berbasiskan darat AS di lokasi Asia-Pasifik,” tuturnya. “Rudal AS, bila dikerahkan di daerah itu akan hampir di ujung pintu China. Bila itu berlangsung, China tidak punyai pilihan tidak hanya ambil aksi mencegah yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan nasionalnya.”

One thought on “China: AS Kembali Pada Mentalitas Perang Dingin, Beresiko Perang Nuklir

Leave a Reply